Berkunjung ke Kraton Sultan Ternate, Maluku Utara

Menurut masyarakat Ternate, jalan-jalan di Ternate belum lengkap jika belum berkunjung ke Kraton Sultan Ternate, yang merupakan saksi bisu kebesaran masyarakat Ternate di mata dunia.

Dari Kraton inilah, pada abad 16, perdagangan cengkeh dan rempah dari Maluku untuk negara-negara di Eropa, dikendalikan.

Kami berkunjung kesana bukan pada hari libur. Jadi kami bisa bebas melihat-lihat, tanpa terganggu oleh pengunjung lain. Rombongan kami dipandu oleh bapak Muhammad. Usianya sekitar 70 tahun. Sebagai orang tua, dan sesepuh kraton, pak Muhammad mungkin sudah paham benar tentang seluk beluk kraton. Tapi sayangnya, penjelasan pak Muhammad kurang bisa dipahami. Mungkin faktor usianya yang mengakibatkan suaranya lemah dan tidak jelas.

Rombongan kami masuk bukan dari pintu depan utama. Melainkan dari pintu belakang. Kami langsung diterima di teras belakang yang merupakan ruang pertemuan santai. Kemudian masuk ke ruangan tengah, yang diisi benda-benda kuno berbagai jenis perabotan rumah tangga. Ada lemari kuno, guci, piring, dan sebagainya. Di situ juga ada silsilah Sultan Ternate dari pertama hingga sekarang. Serta ada sebuah lukisan, yang konon katanya adalah gambar Kraton Ternate pertama, sebelum hancur oleh letusan gunung Gamalama.

Kunjungan kami lanjutkan ke ruang depan. Di ruang depan ada singgasana sultan dan permaisurinya. Dikelilingi oleh benda-benda kuno yang merupakan kenangan-kenangan dari masa Portugis di Ternate (abad 16). Ada pedang, tongkat komando, baju perang, topi kehormatan, dan busana sultan. Ada satu benda yang dikramatkan, dan hanya bisa dikeluarkan atas ijin Sultan, yaitu mahkota Sultan. Yang konon katanya dari mahkota emas itu, tumbuh rambut yang semakin hari, semakin panjang.

Namun sayang, sebagai tempat wisata sejarah bernilai tinggi, Kraton Sultan Ternate bisa dikatakan tidak terawat dan terkelola dengan baik. Hampir tidak ada bedanya dengan kita berkunjung ke rumah orang kaya yang besar, dan banyak barang-barang antiknya. Jujur, kami tahu peran dan pentingnya barang-barang sejarah di dalam kraton, dari penjelasan pemandu wisatanya. Tapi sayangnya, penjelasannya kurang jelas dan kurang menarik. Padahal mestinya, untuk tempat wisata museum seperti ini, penjelasan yang menarik, menjadi penting untuk mencegah kebosanan. Jika tidak ada pemandu, kami yakin pihak kraton mestinya tidak keberatan untuk membuat brosur atau buku katalog tentang kraton.

Teguh D.H. on Jun 16, 2010  

There is only one response

  1. October 7th, 2010 at 11:50 pm Kebun Emas

    Informasi yang sangat menarik, memberi wawasan baru bagi saya, terima kasih

Leave a Reply

dadio.tv episodes

Upcoming Episodes

Get updates instantly. Subscribe to our RSS feed (by email) or @dadiotv.